Antara Takut, Cinta, dan Bahagia

Dari Abi Al Faidh Dzun Nun Al Misri, ia bernama Tsauban bin Ibrahim. Adapula yang berpendapat bahwa ia adalah Al Faidh bin Ibrahim. Ibrahim adalah seorang yang berbangsa Sudan (Nubiy). Dia merupakan satu-satunya orang paling alim, wara’, berperadaban tinggi dan berakhlak mulia ( di daerah dan zamannya). Dzun Nun berbadan kurus berkulit agak kemerahan dan berjenggot yang tidak memutih itu, wafat pada tahun 245 H. Dia berkata dalam maqalahnya sebagai berikut:

“Setiap orang yang takut dari sesuatu, akan lari menjauhinya. Setiap orang yang menyukai sesuatu, tentu dia akan mencarinya, dan setiap orang yang nyaman bersama Allah, tentu dia merasa asing dengan makhluk.”

Yakni orang yang takut dari sesuatu, akan lari menjauhinya. Oleh sebab itu, orang yang takut siksa, tentu ia akan berbuat kebaikan agar terjauh dari siksa itu.

Setiap orang yang menyukai sesuatu, tentu dia akan mencarinya. Maka orang yang suka syurga, tentu ia melakukan kebaikan yang dapat mendekatkan dan masuk ke dalam syurga.

Dan orang yang merasa tenteram dan damai dengan Allah, Akan merasa asing bersama manusia. Dalam naskah lain, bahkan dia merasa asing dengan dirinya sendiri.

Dikutip dari kitab Nashoihul ‘Ibaad (Nasihat buat hamba Allah) Karya Syeikh Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al Jawi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: