Jangan Sombong

Jangan sombong dengan Tuhan

jangan-sombong

Kita kan hamba Tuhan, mengaku sajalah sebagai hamba.

Namun, mengaku saja tidak cukup. Rasa kehambaan perlu dikekalkan. Seperti kita kekalkan rasa hina, lemah, merendah diri, tidak sempurna, tidak ada kuasa, rasa diketahui, dilihat dan didengar oleh-Nya, dan lain-lainnya. Terimalah hakekat ini.

Jangan sombong dan suka membesarkan diri. Memang kita hamba. Jangan pula mentang mentang pandai, rasa kehambaan hilang. Jangan pula mentang-mentang ada kuasa atau kaya, rasa bertuhan gersang. Di waktu itu kita rasa kita adalah segala galanya, kita super power.

Bala bencana datang menimpa, ujian ujian menyusahkan kita. Kejahatan orang timpa menimpa. Mengapa tidak ditolak hal yang negatif itu dengan kuasa yang ada, dengan kekayaan dan ilmu yang banyak? Sudah tentu kita tidak mampu menolaknya bukan?

Itulah yang menunjukkan diri kita ini hamba Tuhan, lemah menolak apa yang kita tidak suka. Kalau begitulah hakikat diri kita, janganlah sombong. Rujuklah saja kepada-Nya. Sekalipun kaya, berilmu, dan berkuasa. Kembalilah kepada-Nya.

Bernaunglah di bawah kekuasaan-Nya, mintalah keselamatan dari-Nya, merendah dirilah kepada-Nya, jangan sombong dengan hamba hamba-Nya. Memang kita lemah, mengapa malu kita bernaung di bawah kekuatan-Nya? Tidak nampak lagi kah kuasa Tuhan?

Datang penyakit serius, semua manusia ketakutan. Mana ilmu, mana kekayaan, dan kuasa kita? Kita hamba, berlagaklah sebagai hamba, jangan berlagak sebagai tuan atau Tuhan, nanti nahas kita dibuatnya. Sanggupkah kita menerima akibatnya?

— Abu Fakhrurrazi —

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: