Perhatikanlah Kepedulian Para Khalifah Dan Para Pemimpin Islam Terhadap Qiyamullail

“Subhanallah, kiranya cobaan apalagi yang di turukan pada mala mini? Kiranya karunia apalagi yang diturunkan pada mala mini? Siapa yang mau membangunkan orang-orang yang tidur dikamarnya masing-masing. Adakalanya seseorang yang berapakaian di dunian, namun tidak berpakaian di akhirat.”

(HR. Al-Bukhari, Ahmad dan At-Tirmidzi)

 

     BETAPA tinggi niali dan agung kedudukan qiyamullail dalam agam ini dan di sisi para nabi dan orang-orang shalih, samapi Nabi SAW biasa membangunkan istri-istrinya untuk melakukan qiyamullail. Mereka di biasakan melakukan qiyamullail. Semoga kita dapat membiasakan istri-istri kita dan keluarga kita untuk melakukan qiyamullail,rajin berpuasa dan ber-munajat kepada Allah yang Mahamulia.

Ummu Salamah menuturkan bahwa pada suatu malam Nabi SAW bangun dari tidurnya dan mengucapkan,

“Subhanallah, kiranya cobaan apalagi yang diturukan pada malam ini? Kiranya karunia apalagi yang diturunkan pada mala mini? Siapa yang mau memangunkan orang-orang yang tidur di kamarnya masing-masing. Adakalanya seseorang yang berpakaian di dunia, namun dia tidak berpakaian di akhirat.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad dan At-Tirmidzi)

Al-Bukhari menempatkan hadist tersebut dalam kitab Shahih-nya pada bab “Tahridhun Nabi SAW ‘ala qiyamullail min ghairi ‘ijab (Nabi menganjurkan qiyamullail, tetapi tidak mewajibkan)”.

Ibnu Hajar menjelaskan hadits, “Menuturkan Ibnu Rasyid, seolah-olah Al-Bukhari mengerti bahawa yang dimaksud membangunkan dalam hadits tersebut adalah benar-benar membangunkan untuk melakukan shalat, bukan sekedar memberitahu apa yang diturunkan ayat kepada Rasulullah SAW. Andaikata hanya untuk sekedar memberitahu, tentunya beliau akan menundanya hingga pagi hari telah tiba, karena waktunya tidak akan terlewati.”

Menuturkan Ibnu Hajar, maksud dari “orang-orang yang tertidur di kamarnya masing-masing” dalam hadits di atas adalah para istri Nabi SAW.” Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa seorang suami harus membangunkan istrinya untuk melakukan qiyamullail. (Ibnu Hajar, Fath al-bari, 3/14)

 

Wahai saudaraku, berdirilah di atas kaki-kakimu untuk qiyamullail. Dirikan di atas kaki dengan rahasia di antara orang-orang yang bersujud. Berdirilah seperti keadaan orang yang meminta.

     Wahai orang-orang yang terlelap dalam malam! Bangunlah ketika orang-orang tertidur lelap, sambutlah malam dengan sepotong ghirah (semangat) yang tidak mereka miliki.[]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: