Saling MengingatkanUntuk Bangun Malam

“Demi masa, seseungguhnya manusia itu bener-bener rugi, kecuali orang-orag yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaraan dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.”
(QS.Al-Ashr[[103]: 1-3)

     ADALAH suatu sikap terpuji melakukan taushiyah (saling berwasiat) kepada sesame manusia dalam hal kebenaran dan untuk amal kebaikan. Bahkan merupakan tradisi mulia yang memiliki nilai keagungan. Di antara beberapa tema perbincangan yang amat penting dalam kehidupan kita adalah memberikan wasiat atau pesan kepada orang di sekitar kita agar melakukan bangun dan shlat malam.  Baik itu pesan yang kita sampaikan kepada sesame teman dekat yang kebetulan satu profesi, atau teman dekat kita ketika masih sekolah, para pemuda masjid, kepada sesame temen sekampung, atau kepada para hadirin yang dating pada suatu  acara pesta, pertemuan tahunanatau pertemuan keluarga.

Dalam hal ini Allah SWT telah menjelaskan kepada kita secara gambling bahwa pentingnya menyampaikan pesan atas dasar kebenaran, kebaikan dan takwa adalah merupakan indikasi munculnya kesuksesan dan keberuntungan. Allah SWT berfirman,

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya menanti kebenran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.”  (Al-Ashr [103]: 1-3)

Adapun cara saling menyampaikan pesan untuk menuju qiyamullail,
Beranekaragam, di antara adalah,

  1. Mempersembahkan kaset atau kitab-kitab keislaman, yang membahas tentang qiyamullail dan yang memberikan arahan tentang hal itu kepada keluarga, teman, orang-orang terdekat, dan sahabat-sahabat karib.
  2. Membahas qiyamullail dalam khutbah jum’at secara khusus, serta memberikan anjuran kepada orang-orang agar menjaga dan mau melakukannya.
  3. Membahas tentang qiyamullail, mengurangi fadhilah-fadhilahnya dan bagaimana cara yang mempermudah menjalankannya dalam ceramah dan tema pengajian umum yang diadakan di masjid-masjid.
  4. Bersemangat ketika menyampaikan masalah qiyamullail di berbagi pertemuan, majelis-majelis umum, misalnya pertemuan keluarga, kantor, siswa, para wali murid dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: