Untuk Apa Tangisan Panjang Itu?

Ada seorang yang telah terbiasa menangis, nyaris setiap kali orang melihatnya, ia selalu dalam keadaan menangis. Suatu kali ada salah seorang saudaranya mencela, “Untuk apa menangis? Apa Allah memberimu rahmat dengan tangisan panjang ini?” Orang itu masih saja menangis seraya berkata, “Aku menangisi dosa-dosa karena banyaknya pelanggaranku, dan setiap orang yang berbuat maksiat dibenarkan untuk menangis. Andaikata tangisan itu dapat menjawab harapanku, niscaya aku bangga meneteskan air mata bersama darah.” Orang itu masih tetap menangis hingga tak sadarkan diri, sementara saudaranya pergi meninggalkannya. (Sya’bul Iman: 821)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: