Klik !Belanja berbagai keperluan muslim/ah!

Kisah Taubatnya Pembunuh 100 Jiwa

kisah-pembunuh-100-jiwa

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri ra bahwasanya Nabi Muhammad saw pernah bercerita:

Dahulu pernah ada seseorang sebelum kalian yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia mencari orang yang paling alim di muka bumi, lantas dirinya ditunjukkan kepada seorang rahib ( ahli ibadah ). Ia pun mendatanginya, lalu ia menceritakan kepadanya, bahwa dirinya pernah membunuh 99 jiwa, apakah masih ada pintu taubat?

Rahib tersebut spontan menjawab, “Tidak ada taubat bagimu.” Lalu rahib tersebut pun dibunuhnya, sehingga genaplah menjadi 100 jiwa yang telah dibunuh.

Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak ilmunya. Lalu ditunjukkan kepadanya seorang alim yang mempunyai ilmu yang banyak. Kepada orang alim tersebut, laki-laki itu berkata, “Saya telah membunuh 100 orang dan apakah taubat saya akan diterima?”

Orang alim itu menjawab, “Ya, tidak ada penghalang antara taubatmu dan dirimu. Pergilah ke daerah ini, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah SWT. Setelah itu beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu termasuk lingkungan yang buruk.”

Maka berangkatlah laki-laki itu ke daerah yang telah ditunjukkan tersebut. Di tengah perjalanan menuju ke sana laki-laki itu meninggal dunia. Lalu malaikat rahmat dan malaikat Azab saling berbantahan.

Malaikat Rahmat berkata, “Lelaki ini telah berniat pergi ke suatu wilayah untuk bertaubat dan beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati.”

Malaikat Azab membantah, “Tetapi bukankah ia belum pernah berbuat baik sama sekali?”

Akhirnya datanglah seorang malaikat yang berwujud manusia menemui kedua malaikat yang sedang berbantahan itu. Maka keduanya meminta keputusan kepada malaikat yang berwujud manusia dengan cara yang terbaik.

Malaikat tersebut mengatakan, “Ukurlah jarak antara kedua negeri tersebut, mana jarak dari keduanya yang paling dekat dengannya, maka itu untuknya.”

Para malaikat tersebut mengukur dan mendapati bahwa dirinya sudah dekat dengan negeri yang menjadi tujuannya, sehingga ruhnya dibawa oleh malaikat rahmat.

( Hadits shoheh riwayat Bukhari dan Muslim )

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.