Kisah Nabi Adam as – Bagian 2 Penciptaan Nabi Adam as

Sesudah langit dan bumi, malaikat dan jin atau iblis diciptakan, maka Allah hendak menciptakan makhluk yang akan diperintah untuk mengelola bumi, yaitu Adam. Kisah penciptaan Adam diawali dengan dialog antara Allah dan para malaikat-Nya. Allah SWT memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah di muka bumi.

Para malaikat mengira lalai dalam menjalankan tugasnya maka mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menciptakan manusia, padahal mereka hanya akan berbuat kerusakan di atas muka bumi. Mereka akan saling bermusuhan dan berbunuhan. Bukankah kami para malaikat senantiasa patuh dan mengangungkan nama-Mu?”

Untuk melenyapkan kekhawatiran para malaikat itu, Allah kemudian berfirman, “Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Para malaikat bungkam mendengar penegasan Allah itu. Bukankah Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu? Hal ini disebutkan dalam Al-Quran yang artinya:

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkai dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah : 30)

Demikianlah Allah kemudian menciptakan Adam dari tanah liat dan lumpur hitam. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh ke dalamnya. Adam pun hidup. Bisa berdiri tegak. Adam adalah manusia pertama sekaligus sebagai Nabi pertama.

Setelah penciptaan Adam, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud atau menghormat kepada Adam. Para malaikatpun bersujud sebagai pernyataan hormat dan ucapan selamat atas terciptanya Adam.

Hanya Iblis yang tidak mau bersujud. Ia membangkang perintah Allah. Allah bertanya,“Apakah yang membuat Engkau tidak mau bersujud kepada Adam?” “Karena saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Adam hanya dari segumpal tanah”, kata iblis menyombongkan diri.

Yang berpendapat api lebih baik daripada tanah adalah iblis sendiri. Padahal hanya Tuhanlah yang Maha Mengetahui siapa yang paling mulia di antara makhluk ciptaan-Nya.

Allah murka mendengar jawaban iblis, “Hai Iblis, keluarlah engkau dari syurga. Sungguh tidak patut engkau tinggal di sini lagi dan terkutuklah engkau selama-lamanya!” Iblis berkata, “Wahai Tuhan! Engkau kutuk dan Engkau usir aku dari syurga karena Adam. Saya rela. Tapi kabulkanlah permohonan saya untuk hidup selama-lamanya hingga hari kiamat nanti.”

Permohonan Iblis dikabulkan Allah dan itulah balasan kebaikan Iblis sebelum Adam diciptakan, karena dia sebelumnya pemimpin penghuni syurga termasuk para malaikat. Iblis kemudian bersumpah, “Ya Tuhan, karena Engkau telah menghukum aku sebagai yang tersesat, maka aku akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Aku akan mendatangi untuk menggoda mereka dari muka dan belakang dari kiri dan kanan!”

Itulah sumpah Iblis. Ia bertekad akan menyesatkan Adam dan keturunannya agar mereka menjauhi perintah Tuhan, berbuat kekacauan di muka bumi, saling bermusuhan dan berbunuhan satu sama lain.

Allah menceritakan hal ini dalam Al-Quran dengan firman-Nya yang artinya,

“Dan Kami telah menciptakan Jin sebelum Adam dari api yang sangat panas. Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,”Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama malaikat yang sujud itu. Allah berfirman: “Hai Iblis, aapa sebabnya kamu tidak mau sujud bersama-sama mereka yang sujud itu?” Berkata Iblis:”Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetanp menimpamu hingga hari kiamat”. Berkata Iblis,”Ya Tuhanku, kalau begitu maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari manusia dibangkitkan” Allah berfirman: ” (kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh sampai waktu yang telah ditentukan”. Iblis berkata,”Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang berbuat kebaikan di antara mereka”. (QS Al Hijr: 27-40)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: