Kisah Nabi Adam as – Bagian 3 Nabi Adam Diajari Berbagai Macam Ilmu Pengetahuan

Allah SWT menciptakan Nabi Adam as sebagai khalifah di muka bumi. Tentunya seorang khalifah harus berilmu pengetahuan yang luas. Oleh karena itu setelah penciptaannya, Nabi Adam as diajari oleh Allah berbagai macam ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam rangka mengemban amanah ilahi menegakkan kalimah tauhid di muka bumi.

Allah mula-mula mengajarkan kepada Nabi Adam as nama-nama benda yang dilihatnya, karena itu adalah pengetahuan pokok yang nantinya diperlukannya untuk mengatur dan memelihara bumi.

Kepada para malaikat Allah ingin membuktikan kemampuan Nabi Adam as untuk mengatur dan memelihara bumi. Allah berfirman kepada para malaikat, “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu!” Malaikat menjawab, “Maha Suci Engkau ya Allah. Tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang mengetahui segala-galanya,” Lalu Allah berfirman kepada Adam as, “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama benda-benda itu!”

Nabi Adam kemudian menyebut nama benda-benda yang diketahuinya. para malaikat kagum. Mereka memberi hormat sehormat-hormatnya. “Bukankah sudah Ku katakan, Aku mengetahui rahasia langit dan bumi? Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui?” firman Allah kepada para malaikat. Para malaikat lalu memuja dan mengagungkan Allah. Mereka semakin menaruh hormat kepada Nabi Adam. Ternyata Nabi Adam telah mengetahui apa yang belum mereka ketahui. Allah menegaskan hal tersebut dalam firman-Nya yang artinya:

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar! “Mereka menjawab, “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Baqarah: 31-32)

Allah kemudian memberikan Nabi Adam as sebuah tempat yang nyaman dan sentosa yaitu syurga. Tempat itu indah permai. Segala kebutuhan hidup telah tersedia. Kebun syurga penuh dengan buah-buahan yang rasanya lezat, air sungainya jernih dan berbau harum, pohon dan rerumputan amat tertata rapi dan sangat indah, teduh dan nyaman sekali.

Sebenarnya tempat itu sangat menyenangkan, Nabi Adam berkeliling menjelajahi kebun-kebun dan taman-taman, tapi ia merasa kesepian karena tidak mempunyai kawan.

Bersambung ke bagian 4 Diciptakannya Hawa Sebagai Pendamping Nabi Adam as

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: