Kisah Nabi Yusuf as

NABI Yusuf AS anak Nabi Ya’qub AS dari keturunan Nabi Ibrahim AS. Beliau sejak kecil amat dicintai oleh ayahnya melebihi saudara-saudaranya yang lain. Karena itulah saudara-saudaranya merasa iri kepada Nabi Yusuf AS. Memang, Nabi Yusuf memiliki keistimewaan dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Beliau berbudi pekerti yang luhur dan sangat rupawan.

(Artikel ini terbagi dalam 8 halaman, silahkan bila akan lanjut baca untuk mengklik halaman selanjutnya di bagian bawah)

Mimpi Nabi Yusuf AS

Pada suatu ketika, Nabi Yusuf AS menghadap ayahnya, Nabi Ya’qub AS dan menceritakan tentang mimpi yang ia alami pada malam harinya. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menceritakan hal ini dengan firman-Nya:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/11_1-qs_yusuf-4-5_iwlmb.gif
Artinya: “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.” Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesunngguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf: 4-5)

Nabi Ya’qub memang menaruh rasa sayang yang berlebihan kepada Yusuf dan Bunyamin, dua anaknya yang lahir dari istri yang bernama Rahil. Bunyamin adalah anak bungsu yang ditinggalkan ibunya sesaat setelah ia lahir. Itulah sebabnya, Nabi Ya’qub AS memberikan kasih sayang yang besar terhadapnya. Begitu pula dengan Yusuf, setelah beliau menceritakan mimpinya kepada ayahnya bertambahlah kecintaan Nabi Ya’qub AS kepadanya. Tetapi, semua itu membuat saudara-saudara mereka semakin menaruh kedengkian dan kebencian yang membara.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: