Pengertian Nabi dan Rasul

Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul adalah hamba-hamba pilihan Allah yang menerima wahyu dan risalah dari Allah SWT. Nabi adalah hamba pilihan Allah yang menerima wahyu untuk dirinya dan keluarganya saja dan tidak berkewajiban untuk menyampaikannya kepada umat manusia atau kaumnya. Sedangkan Rasul adalah hamba pilihan Allah yang menerima wahyu bukan saja untuk diri dan keluarganya saja melainkan juga berkewajiban untuk disampaikan kepada umat manusia atau kaumnya. Setiap Rasul adalah merupakan Nabi, namun setiap Nabi belum tentu dia Rasul.

Para Rasul diutus hanya sebatas untuk kaumnya di zamannya saja sampai datang Rasul setelahnya. Terkecuali Nabi Muhammad saw yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir, berkewajiban untuk menyampaikan wahyu bukan saja untuk satu kaumnya yaitu kaum arab, namun kepada seluruh umat manusia di dunia hingga akhir zaman kelak.

Jumlah Nabi dan Rasul

Menurut beberapa riwayat, sebenarnya jumlah nabi dan rasul itu sangat banyak. Jumlah nabi ada 124.000 (seratus dua puluh empat ribu) orang banyaknya, dan di antara mereka merupakan rasul berjumlah 313 rasul Allah. Namun yang wajib kita imani dan kita ketahui sesuai dalam Al-Quran, jumlah nabi dan rasul adalah hanya 25 orang saja. Mereka adalah:

  1. Nabi Adam as
  2. Nabi Idris as
  3. Nabi Nuh as
  4. Nabi Hud as
  5. Nabi Sholeh as
  6. Nabi Ibrahim as
  7. Nabi Luth as
  8. Nabi Ismail as
  9. Nabi Ishak as
  10. Nabi Ya’kub as
  11. Nabi Yusuf as
  12. Nabi Ayyub as
  13. Nabi Syuaib as
  14. Nabi Musa as
  15. Nabi Harun as
  16. Nabi Zulkifli as
  17. Nabi Daud as
  18. Nabi Sulaiman as
  19. Nabi Ilyas as
  20. Nabi Ilyasa as
  21. Nabi Yunus as
  22. Nabi Zakaria as
  23. Nabi Yahya as
  24. Nabi ‘Isya as
  25. Nabi Muhammad saw

Banyak nabi dan rasul lainnya yang tidak dikisahkan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman yang artinya:

“Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu.” (QS An Nisa: 164)

Nabi dan Rasul Allah swt tidaklah sama keutamaan dan kedudukan mereka. Allah telah melebihkan derajat sebagian nabi dan rasul atas sebagian yang lain. Allah swt berfirman yang artinya:

“Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.” (QS Al-Baqarah: 253)

Nabi Muhammad saw adalah nabi akhir zaman, keberadaannya untuk menyempurnakan risalah dan syariat ilahiyyah dari para nabi dan rasul sebelumnya. Allah swt berfirman yang artinya:

“Muhammad sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antaramu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS Al Ahzab: 40)


“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-redhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah: 3)

Setiap Umat Memiliki Rasul

Setiap umat di dunia ini memiliki rasul. Allah SWT mengutus setiap rasul-Nya untuk tiap umat sepanjang masa secara terus menerus. Tidak ada satu umat pun yang tidak mempunyai rasul. Hal ini supaya setiap umat di muka bumi ini tetap beriman dan berbakti kepada Allah SWT serta menghindarkan kerusakan yang dilakukan oleh umat tertentu. Karena rasul diutus dengan tujuan mengingatkan mereka yang lalai dan memberi kabar baik bagi yang ingat. Jadi setiap umat memiliki rasul. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kami kepada umat-umat sebelum kamu.” (QS An Nahl: 63)


“Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan (rasul).” (QS Fathir: 24)

“Tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka sedikitpun tidak dianiaya.” (QS Yunus: 47).

Rasul Pasti Seorang Laki-Laki

Allah mengutus rasul-Nya dari golongan manusia, bukan malaikat atau makhluk lain, serta berjenis kelamin laki-laki. Allah berfirman yang artinya:

“Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka.” (QS Al Anbiya: 7)


“Katakanlah: Walau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi rasul.” (QS Al Isra’: 95).

Maka jelaslah bahwa Allah hanya memiliki seorang laki-laki sebagai rasul-Nya.

Tujuan diutusnya Rasul-Rasul

Rasul-rasul diutus oleh Allah SWT dengan maksud dan tujuan yang sama yaitu, mengajak manusia beribadah kepada Allah dan memurnikan keimanan hanya kepada-Nya, serta memberi peringatan bagi mereka yang lalai. Allah SWT berfirman yang artinya;

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan yang hak disembah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS Al Anbiya: 25)


“Dan sesungguhnya kami telah mengutus pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu.” (QS An Nahl: 36)

Dari ayat di atas jelaslah bahwa tujuan utama diutusnya para rasul adalah untuk menyeru manusia untuk beriman kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: