Sofyan Ats-Tsauri

SOFYAN ATS-TSAURI

Suatu hari Sofyan Ats-Tsauri salah mengenakan pakaiannya. Ketika hal ini dikatakan kepadanya, ia segera hendak memperbaiki pakaiannya tetapi cepat-cepat dibatalkannya pula niatnya itu, dan berkata, “Aku mengenakan pakaian ini karena Allah dan aku tak ingin mengubahnya hanya karena manusia.”

SOFYAN ATS-TSAURI DAN PARA KHALIFAH

Kesalehan Sofyan Ats-Tsauri nampak sejak ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Suatu hari ibunya sedang berada di atas loteng rumah. Si ibu mengambil beberapa asinan yang sedang dijemur tetangganya di atas atap dan memakannya. Tiba-tiba Sofyan Ats-Tsauri yang masih berada di dalam rahim ibunya itu menyepak sedemikian kerasnya sehingga si ibu mengira bahwa ia keguguran.

Diriwayatkan bahwa yang menjadi khalifah pada masa itu ketika shalat di depan Sofyan Ats-Tsauri memutar-mutar kumisnya. Setelah selesai shalat, Sofyan Ats-Tsauri berseru kepadanya :

“Engkau tidak pantas melakukan shalat seperti itu. Di Padang Mahsyar nanti shalatmu itu akan dilemparkan ke mukamu sebagai sehelai kain lap yang kotor.”

“Berbicaralah yang sopan,” tegur si khalifah.

“Jika aku enggan melakukan tanggung jawabku ini,” jawab Sofyan Ats-Tsauri,” semoga kencingku berubah menjadi darah.”

Khalifah sangat marah mendengar kata-kata Sofyan Ats-Tsauri ini lalu memerintahkan agar ia dipenjarakan dan dihukum gantung. Agar tidak ada orang-orang lain yang seberani itu lagi terhadap khalifah.

Suatu hari tiang gantungan dipersiapkan, Sofyan Ats-Tsauri masih tertidur lelap dengan kepala berada dalam dekapan seorang manusia suci dan kakinya di pangkuan Sofyan bin Uyaina. Kedua manusia suci tersebut yang mengetahui bahwa tiang gantungan sedang dipersiapkan, bersepakat :

“Janganlah ia sampai mengetahui hal ini.” Tetapi ketika itu juga Sofyan Ats-Tsauri terjaga. “Apakah yang sedang terjadi?,” tanyanya.

Kedua manusia suci itu terpaksa menjelaskan walau dengan sedih sekali.

“Aku tidak sedemikian mencintai kehidupan ini,” kata Sofyan Ats-Tsauri. “Tetapi seorang manusia harus harus melakukan kewajibannya selama ia berada di atas dunia ini.”

Dengan mata berlinag-linang Sofyan Ats-Tsauri, berdoa : “Ya Allah, sergaplah mereka seketika ini juga!.”

Pada saat itu sang khalifah sedang duduk di atas tahta dikelilingi oleh menteri-menterinya. Tiba-tiba petir menyambar istana dan khalifah beserta menteri-menterinya itu ditelah bumi,

“Benar-benar sebuah doa yang diterima dan dikabulkan dengan seketika!.” Kedua manusia suci yang mulia itu beseru.

Seorang khalifah yang lain naik pula ke atas tahta. Ia percaya kepada kesalehan Sofyan Ats-Tsauri, Si khalifah mempunyai seorang tabib yang beragama Kristen. Ia adalah seorang guru besar dan sangat ahli. Khalifah mengirim ini untuk mengobati penyakit Sofyan Ats-Tsauri. Ketika tabib memeriksa air kecing Sofyan Ats-Tsauri, ia berkata di dalam hati. “Inilah seorang manusia yang hatinya telah berubah menjadi darah karena takut kepada Allah. Darah keluar sedikit demi sedikit melalui kantong kemihnya.” Kemudian ia menyimpulkan. “Agama yang dianut oleh seorang manusia seperti ini tidak mungkin salah.”

Si tabib segera beralih kepada agama Islam. Mengenai peristiwa ini khalifah berkata : “Ku sangka aku mengirimkan seorang tabib untuk merawat seorang sakit, kiranya aku mengirim seorang sakit untuk dirawat seorang tabib yang besar.”


ANEKDOT-ANEKDOT MENGENAI DIRI SOFYAN ATS TSAURI

Suatu hari Sofyan Ats-Tsauri bersama seorang sahabatnya lewat di depan rumah seorang terkemuka. Sahabatnya terpesona memandang serambi rumah itu. Sofyan Ats-Tsauri mencela perbuatan temannya itu.

“Jika engkau beserta orang-orang yang seperti engkau ini tidak terpesona dengan istana-istana mereka, niscaya mereka tidak bermegah-megah seperti ini. Dengan terpesona seperti itu engkau ikut berdosa di dalam sikap bermegah-megah mereka.”

oooOOOooo

Seorang tetangga Sofyan Ats-Tsauri meninggal dunia, Sofyan Ats-Tsauri pun pergi untuk membacakan doa pada penguburannya. Setelah selesai, terdengar olehnya orang-orang berkata : “Almarhum adalah seorang yang baik.”

“Seandainya kau ketahui bahwa orang lain menyukai almarhum,” kata Sofyan Ats-Tsauri, “Niscaya aku tidak turut di dalam penguburan ini. Jika seseorang bukan munafik, maka orang-orang lain tidak akan menyukainya!.”

oooOOOooo

Suatu hari Sofyan Ats-Tsauri salah mengenakan pakaiannya. Ketika hal ini dikatakan kepadanya, ia segera hendak memperbaiki pakaiannya tetapi cepat-cepat dibatalkannya pula niatnya itu, dan berkata, “Aku mengenakan pakaian ini karena Allah dan aku tak ingin mengubahnya hanya karena manusia.”

Seorang pemuda mengeluh karena tidak sempat menunaikan ibadah haji. Sofyan Ats-Tsauri menegurnya : “Telah empat puluh kali aku menunaikan ibadah haji. Semuanya akan ku berikan kepadamu asalkan engkau mau memberikan keluhanmu itu kepadaku.”
“Baiklah,” si pemuda menjawab.

Malam harinya dalam mimpinya Sofyan Ats-Tsauri mendengar sebuah suara yang berkata kepadanya : “Engkau mendapat keuntungan yang sedemikian besarnya sehingga apabila dibagi-bagikan kepada semua jama’ah di padang Arafah, niscaya setiap orang di antara mereka menjadi kaya raya.”

oooOOOooo

Suatu hari ketika Sofyan Ats-Tsauri sedan memakan sepotong roti lewatlah seekor anjing. Anjing itu diberinya roti secabik demi secabik. Seseorang bertanya kepada Sofyan Ats-Tsauri :

“Mengapa roti-roti itu tidak engkau makan beserta anak isterimu?”

“Jika anjing ini kuberi roti,” jawab Sofyan Ats-Tsauri, “niscaya ia akan menjagaku sepanjang malam sehingga aku dapat beribadah dengan tenang. Jika roti ini kuberikan kepada anak isteriku niscaya mereka akan menghalangi diriku untuk beribadah kepada Allah.”

oooOOOooo

Pada suatu ketika Sofyan Ats-Tsauri melakukan perjalanan ke Mekkah, ia diusung di atas sebuah tandu, Selama di dalam perjalanan, Sofyan Ats-Tsauri menangis terus menerus. Seorang sahabat yang menyertainya bertanya.

“Apakah engkau menangis karena takut akan dosa-dosamu?”.

Sofyan Ats-Tsauri mengulurkan tangannya dan mencabut beberapa helai jerami.

“Dosa-dosaku memang banyak, tetapi semuanya tidaklah lebih berarti daripada pegangan jerami imanku benar-benar iman atau bukan.”

oooOOOooo

Betapa cintanya Sofyan Ats-Tsauri terhdap semua makhluk Allah. Suatu hari ketika berada di pasar, ia melihat seekor burung di dalam sangkar. Si burung mengepak-ngepakan sayap dan mencicit-cicit dengan sedihnya. Sofyan Ats-Tsauri membeli burung itu lalu melepaskannya. Setiap malam burung itu datang ke rumah Sofyan Ats-Tsauri, menunggui Sofyan Ats-Tsauri apabila ia sedang shalat dan sekali-sekali hinggap di tubuhnya.

Ketika Sofyan Ats-Tsauri meninggal dunia dan mayatnya diusung ke pemakaman, si burung ikut pula mengantarkannya dan seperti pengantar-pengantar yang lain ia pun mencicit-cicit sedih. Ketika mayat Sofyan Ats-Tsauri diturunkan ke dalam tanah, si burung menyerbu masuk ke dalam kuburan itu. Kemudian terdengarlah suara dari dalam kuburan itu :

“Allah Yang Maha Besar telah memberi ampunan kepada Sofyan Ats-Tsauri karena telah menunjukan belas kasih kepada makhluk-makhlik-Nya.”

Si burung mati pula menyertai Sofyan Ats-Tsauri.

Sumber: Kitab Tadkirotul Auliya, Karya Fariduddin At Tar




Tags:
sofyan ats-tsauri, kisah sofyan ats-tsauri, kisah teladan sofyan ats tsauri, riwayat singkat sofyan ats tsauri, cerita sufi sofyan ats tsauri, riwayat hidup sofyan ats-tsauri.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: