Masjid Kobe Tetap Kokoh Ketika Bom Dahsyat Melanda Hirosyima Dan Nagasaki

Salah satu peristiwa berdarah yang sangat memilukan adalah ketika terjadi perang dunia 1 dan 2. Ratusan juta orang meninggal dunia akibat perang ego negara negara adidaya yang ingin menjadi negara terkuat di dunia.

Ketika Amerika dan sekutu membombardir kota Hirosyima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945), Kobe juga terkena serangan bom brutal tersebut. Walaupun bom yang diledakkan di Kobe tidak seperti yang menimpa Hirosyima dan Nagasaki, namun hampir seluruh bangunan di kobe diterjang bom. Tersisalah Masjid Kobe (atau Masjid Muslim Kobe) yang masih tegap berdiri kokoh. MasyaAllah.

Dikabarkan bahwa tentara dan orang-orang yang masuk ke dalam masjid tersebut selamat, sementara yang lainnya yang berada diluar sebagian besar tewas. Sekitar 150rb orang lebih tewas mengenaskan ketika pembom-an ini terjadi, baik tewas seketika maupun tewaas perlahan karena luka parah dan radiasi bom atom.

Peristiwa kedua kembali mengguncang Kobe, yaitu pada tahun 1995 terjadi gempa bumi besar Hanshin berskala 7,3 skala Ricter di Kobe dan sekitarnya. Namun Masjid ini tetap berdiri kokoh.

Sejarah Singkat Masjid Kobe

 

Masjid Kobe merupakan masjid tertua di Jepang. Didirikan pada tahun 1935 dengan didanai oleh Komite Muslim Kobe mulai pada tahun 1928. Masjid ini sempat ditutup oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1943, namun saat ini telah dibuka dan difungsikan kembali sebagai Masjid. Masjid Kobe dibangun dengan gaya Turki pada masa itu dan memiliki ruang bawah tanah serta struktur bangunan yang kuat, didesain oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr (1885-1969), seorang arsitek yang juga membangun sejumlah bangunan peribadatan Barat di seluruh Jepang.

Masjid Kobe terletak di daerah yang padat penduduk yang kebanyakan dihuni oleh umat Islam pendatang, termasuk juga dari Indonesia. Di sekitar masjid terdapat toko-toko produk muslim yang dikunjungi bukan hanya umat muslim di Kobe, tapi dari luar Kobe juga banyak yang berdatangan ke toko-toko ini sambil mengunjungi masjid bersejarah tersebut.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: